
Orkestra G20 menampilkan keragaman budaya dunia melalui set orkestra di Panggung Aksobya di pelataran Candi Borobudur. Orkestra G20 akan membawakan tema “Culture Path for Sustainable Living” atau Pemulihan Berkelanjutan melalui Jalur Budaya.
Nilai-nilai yang akan dibawa dalam Orkes G20 antara lain: Bhinneka Tunggal Ika, Gender keberagaman, gerakan anti kekerasan, dukungan dan pemberdayaan penyandang disabilitas, dan persatuan negara-negara G20 dalam semangat “Recover Together, Recover Stronger.”
Orkestra G20 akan diisi oleh musisi dari negara-negara G20, dan musisi dari Indonesia. Dengan kesadaran kesetaraan gender, komposisi acara penampil terdiri dari 50% musisi wanita dan 50% musisi pria. Dalam mendukung, sekaligus pemberdayaan penyandang disabilitas, musisi penyandang disabilitas juga akan tampil. Dengan semangat kebaruan dan keberlanjutan, para pengisi acara ini.
Acara ini juga diisi oleh musisi berbakat yang berusia di bawah 30 tahun. G20 Orkestra adalah bukti nyata bahwa kolaborasi dalam budaya adalah sesuatu yang sangat bisa dicapai oleh negara-negara anggota G20.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi meminta maestro Indonesia, Ananda Sukarlan, untuk memimpin pembentukan Orkestra G20 (Orkestra G20).
#g20indonesia
#g2okebudayaan
#demikemajuan
—
Ikuti informasi pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi melalui kanal berikut:
Laman: kemdikbud.go.id
Twitter: Kemdikbud_RI
Instagram: kemdikbud.ri
Facebook: Kemdikbud.RI
YouTube: KEMENDIKBUD RI
—
Sampaikan pengaduan, saran, atau masukan melalui Unit Layanan Terpadu Kemendikbudristek di http://ult.kemdikbud.go.id/
